, ,

Musim Kemarau, Praktik Bakar Lahan di Malinau Kaltara Dikhawatirkan Picu Karhutla

by -3266 Views

News Malinau – Musim kemarau yang melanda wilayah Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Malinau, memicu kembali praktik pembukaan lahan dengan cara membakar oleh sebagian warga. Aktivitas ini dikhawatirkan dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat kondisi tanah dan vegetasi yang sangat kering.

Waspada Cuaca Panas Terik di Malinau, Damkar Imbau Masyarakat Antisipasi  Aktivitas Pemicu Karhutla - Tribunkaltara.com
Musim Kemarau, Praktik Bakar Lahan di Malinau Kaltara Dikhawatirkan Picu Karhutla

Fenomena ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, karena dalam beberapa pekan terakhir, titik panas (hotspot) mulai terdeteksi di beberapa kecamatan di Malinau.

Baca Juga : DPRD Bulungan Kaltara Terima Banyak Laporan Pungutan tak Resmi dari Sekolah untuk Beli Meja

Warga Nilai Membakar Lebih Praktis dan Murah

Sejumlah warga mengakui bahwa membakar lahan dianggap cara paling cepat dan murah untuk membuka ladang baru, terutama bagi petani ladang berpindah yang masih memegang tradisi leluhur.

“Kami tidak punya alat berat. Membakar lahan adalah tradisi sejak dulu. Setelah terbakar, tanah jadi subur dan siap ditanami,” ujar Saman, petani di Kecamatan Malinau Utara.

Meski demikian, mereka menyatakan biasanya membakar lahan dengan metode terkontrol dan hanya di area kecil.

Pemerintah Imbau Stop Praktik Bakar Lahan

Menanggapi hal ini, Bupati Malinau Wempi W Mawa mengeluarkan imbauan keras agar warga tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia meminta seluruh kepala desa dan camat turut aktif melakukan sosialisasi dan pengawasan.

“Kami paham kondisi masyarakat, tapi keselamatan lingkungan dan masyarakat jauh lebih penting. Jangan sampai terjadi karhutla besar seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas Bupati Wempi.

TNI-Polri Tingkatkan Patroli Karhutla

Sementara itu, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Manggala Agni dikerahkan untuk memantau wilayah rawan karhutla. Pemantauan dilakukan baik melalui patroli darat maupun menggunakan drone.

Kapolres Malinau AKBP Guntar Arif Setiyoko menyatakan siap menindak tegas pelaku pembakaran lahan yang menyebabkan kerusakan lingkungan atau membahayakan pemukiman.

“Kami tidak segan-segan menindak pelaku yang melanggar hukum, apalagi jika menyebabkan bencana,” tegasnya.

Upaya Edukasi dan Alternatif Bertani

Pemerintah Daerah bersama Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup Malinau juga tengah menyiapkan program edukasi dan pendampingan bagi petani untuk beralih ke metode pembukaan lahan tanpa bakar, seperti penggunaan alat manual atau pertanian berkelanjutan.

Musim kemarau yang masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan menjadi tantangan serius. Kolaborasi pemerintah, aparat, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah bencana karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan Malinau.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.